LABOLATORIUM RESEP 

Menurut Wikipedia Labolatorium adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuruan  ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Jadi Labolatorium Resep adalah Tempat Pelatihan Siswa/Siswi dalam menerapkan cara meracik obat dengan baik. Labolatorium Resep SMK Farmasi memiliki kapasitas Praktek per shift pada saat praktikum regular setiap shift 20 Orang, tetapi ketika UJIAN kapsitas lab hanya 16 orang. Labolatorium SMK Farmasi Menjadi salah satu Lab yang paling lengkap diantara SMK Farmasi yang ada di wilayah Ciayumajakuning.

Penanggung jawab                   : Sutjahjo, S.Si., M. Farm., Apt.

Kepala Labolatorium Resep   : Drs. Said Apt.

Kepala Laboran                         : Didi Arsan

Pembantu Laboran                   : Deni Sukiswo

 

TATA TERTIB PRAKTIKUM RESEP

  1. Siswa masuk ruang praktik 15 (lima belas) menit sebelum waktu praktik.
  2. Siswa mengenakan baju laboratorium rapih, bersih, dengan nama identitas diri dan masker.
  3. Siswa dilarang membawa barang-barang lain di ruang praktik selain perlengkapan yang diperlukan.
  4. Siswa diharuskan membawa perlengkapan praktik masing-masing, tidak boleh saling meminjam.
  5. Jurnal praktikum harus dikerjakan di laboratorium, pengawas berhak menolak membubuhkan paraf pada resep yang sudah di jurnal, praktikan diberi kesempatan mengerjakan jurnal baru.
  6. Meja dan peralatan praktik harus dalam keadaan bersih, baik sebelum, pada saat atau sesudah praktik.
  7. Siswa dilarang bercakap-cakap yang tidak perlu (gaduh) pada saat praktikum.
  8. Siswa dilarang menimbang bahan obat lebih dari 2 (dua) macam dan maksimum 2 (dua) zat.
  9. Bahan obat harus diletakkan kembali pada tempatnya dalam keadaan tertutup, bersih dan label menghadap keluar.
  10. Kemasan harus baik, bersih dan sesuai dengan volume yang diminta, bila tidak dianggap tidak memenuhi syarat.
  11. Kehadiran siswa minimal 75 %.
  12. Setelah selesai praktikum, siswa wajib membersihkan meja kerja dan seluruh peralatan kerja termasuk kemasan tempat hasil sediaan.
  13. Nilai praktik yang memenuhi syarat untuk mengikuti ujian/semester bilamana mencapai nilai 70 atau lebih.
  14. Bila siswa tidak mengikuti praktikum resep tanpa surat keterangan sakit dari dokter atau surat ijin dari orang tua/wali dikenakan sanksi.

 

SANKSI – SANKSI

  1. Teguran langsung secara lisan dan dicatat secara administrasi.
  2. Teguran lisan sebanyak 3 (tiga) kali atau teguran berat satu kali (misalnya : melakukan pengelabuan atau mengganggu praktik lain yang membahayakan) akan dilakukan pemanggilan orang tua si pelaku.
  3. Tidak dibenarkan mengikuti praktik selama waktu tertentu (skorsing).
  4. Tidak diperkenankan mengikuti ujian/semester.

 


?>